Staf Ahli Gubernur Yuas Elko : Apresiasi kepada TPID Kalteng dan instansi vertikal yang telah melakukan beberapa upaya dalam pengendalian inflasi di Kalteng. 

Palangka Raya, Wahana Palangka – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024,  dari Ruang Rapat Bajakah, LT. II Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (17/9/24). Rakor dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir. 

Dalam paparannya, Plt. Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir mengatakan kepada seluruh stakeholders  bisa melakukan action terutama bagi daerah yang harga komoditasnya di atas harga eceran. 

“Segera koodinasikan dengan instansi terkait kemudian rumuskan bersama bagaimana supaya harga-harga tersebut bisa sesuai dengan harga eceran tertinggi, ” ucapnya.

Sementara, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik Pudji Ismartini menyampaikan berdasarkan PMK No. 124/PMK.010/2017 dan PMK No.101/pmk.010/2021, target inflasi tahun 2020-2023 adalah sebesar 3±1% dan target inflasi tahun 2024 adalah sebesar 2,5±1%. Tingkat inflasi tahun kalender (y-to-d) bulan Agustus 2024 sebesar 0,87% masih berada di bawah target inflasi 2024. 

“Tingkat inflasi tahun kalender (y-to-d) bulan Agustus 2024 ini lebih rendah jika dibandingkan inflasi tahun kalender bulan Agustus tahun-tahun sebelumnya kecuali tahun 2021. Sedangkan Tingkat inflasi tahun kalender (y-to-d) pada akhir tahun 2023 sesuai dengan target 3±1%. Tahun 2022 berada di atas target 3±1%. Sedangkan 2020-2021 berada di bawah target 3±1%. Sementara itu, inflasi tahun ke tahun (y-on-y) Agustus 2024 sebesar 2,12%, ” ungkapnya.

Baca Juga  Ribuan Warga Hadiri Kampanye Akbar Koyem-SHD, Kedua Paslon Janjikan Bangun Kalteng Lebih Maju

Foto Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 Hadir Secara Virtual

 

Dikemukakannya, Berdasarkan perkembangan inflasi komoditas yang sering menjadi andil inflasi per bulan Januari-Agustus 2024 yakni komoditas sigaret kretek mesin (SKM) dan emas perhiasan pada Januari-Agustus 2024 selalu mengalami inflasi secara bulanan (m-to-m). 

“Komoditas beras pada Januari-Agustus 2024 dominan mengalami inflasi secara bulanan (m-to-m). setelah deflasi di April-Mei 2024, sejak Juni 2024 kembali mengalami inflasi. Sedangkan komoditas cabai rawit pada Januari-Agustus 2024 berfluktuasi, tetapi sejak Juni terus mengalami inflasi secara bulanan (m-to-m), ” beber Pudji Ismartini.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik tersebut menegaskan bahwa perkembangan beberapa komoditas sampai dengan Minggu ke-2 September 2024. Minyak goreng mengalami kenaikan harga di 53,06% wilayah di Indonesia. 

“Harga minyak goreng naik sebesar 0,75% dibanding Agustus 2024. Jumlah kabupaten/ kota yang mengalami kenaikan harga pada Minggu ke-2 September 2024 naik dibanding Minggu sebelumnya, ” jelas Pudji.

Foto Mahmudah Kepala Bidang Distribusi Pangan Hanpang Prov. Kalteng Menghadiri Rakor Inflasi

Lebih lanjut, ia menyebutkan untuk daging ayam ras mengalami penurunan harga di 46,11% wilayah di Indonesia. Harga daging ayam ras turun sebesar 0,53% dibanding Agustus 2024. Jumlah kabupaten/ kota yang mengalami kenaikan harga daging ayam ras pada Minggu ke-2 September 2024 turun dibanding minggu sebelumnya. 

Baca Juga  Cegah Judi Online, Ditpamobvit Polda Kalteng Gelar Pemeriksaan Handphone Personel Saat Apel Satker

“Sedangkan baras mengalami kenaikan harga di 26,39% wilayah di Indonesia. Harga beras cenderung stabil dibanding Agustus 2024. Namun demikian, jumlah kabupaten/ kota yang mengalami kenaikan harga beras pada Minggu ke-2 September 2024 naik dibanding minggu sebelumnya, ” sebut Pudji Ismartini Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik tersebut.

Foto Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Yuas Elko Mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024

Usai kegiatan, kepada awak media Staf Ahli Gubernur Yuas Elko menyampaikan apresiasi kepada TPID Kalteng serta instansi vertikal yang telah melakukan beberapa upaya dalam pengendalian inflasi di Kalteng. 

“Pada Rakor Inflasi Daerah yang digelar pada Senin (9/9/24), disampaikan bahwa Kalteng masih berada di urutan keempat inflasi terendah di tingkat nasional dengan angka 1,29 persen (y-o-y), hal itu membuktikan bahwa TPID telah bekerja nyata dan luar biasa, ” jelasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Unsur Forkomfinda Prov. Kalteng, Dinas Terkait, serta Gubernur/ Bupati/ Walikota se Indonesia. 

 

Sumber : bayu / tn-t7 / red

bagikan :

Berita Lainnya